Tuesday, 25 July 2017

MENGATASAI KERUGIAN DI AWAL TANAM BAWANG MERAH

       Dalam usaha budidaya bawang merah, hal yg perlu diasiapkan selain dari lahan adalah bibit bawang merah. Upaya yg dilakukan dalam persiapan untuk memulai menanam bawang merah, Dimulai dg "pengolahan lahan" berbagai perlakuan dilakukan supaya lahan siap dan sesuwai untuk kelangsungan hidup bawang merah. Untuk kali ini perlakuan lahan sebelum tanam bawang merah tidak saya bahas dengan  ditail.
      Yang selanjutnya adalah pengadaan "bibit bawang merah". Di nganjuk,para petani selalu nya menyisihkan hasil panen, utk di tangkarkan. Yang kemudian akan di gunakan sebagai bibit di musim tanam mendatang. Penangkaran berlangsung selama hitungan bulan, hal ini tergantung vareitas bawang merah.
      Setelah dormansi bibit cukup usia dan musim tanam tiba maka bibit bibit yg siap tanam tersebut akan diturunkan dari penangkaran. Dari hasil penangkaran bibit petani tsbt, ada hal nya terlibih atau pun kurang dari kebutuhan.
       Lain hal nya dengan petani yang langsung tidak mempunyai stok bibit sendiri. Maka mereka harus membeli dari penyedia bibit ataupun petani lain yang memiliki stok bibit banyak.
       Seiring dengan pengadaan bibit dan keperluan bibit untuk mencukupi luasan lahan yang akan ditanami, selalu nya terjadi (miss) ketidak tepatan dalam pengadaan bibit dg keperluan bibit. Hal ini terjadi karena perbedaan perhitungan, yang mana pengadaan bibit menggunakan satuan berat, dan keperluan bibit menggunakan volume jumlah bibit.
       Ketidak tepatan dalam pengadaan bibit ini lah yg selalu nya akan berujung kerugian bagi para petani. Dengan ada nya jumlah kekurangan atau kelebihan bibit tsbt dalam jumlah relatif sedikit. Maka hal ini lah yg akan menimbulkan "kerugian diawal tanam bawang merah"
       Bagamana tidak, dengan kapasitas jumlah yang tidak terlalu banyak tersebut, selalu nya menjadi alasan para pedagang utk membeli bibit nya dg harga di "bawah harga umum". Begitu juga sebalik nya kekurangan bibit akan menjadi peluang dari pihak yang mempunyai bibit utk membandrol harga lebih tinggi.
     Disini saya akan membagi bbrp tips utk mengatasasi hal ini.
1. MELAKUKAN PENGHITUNGAN KEBUTU-
    HAN BIBIT DG DITAIL.
penghitungan bisa dilakukan dg cara sebagai berikut.
# hitung jumlah parit (larikan) pada lahan
#tentukan jarak tanam (jumlah titik tanam/
  Parit)
#sampling volume  bibit/1kg
        CONTOH
Diketahui =
- jumlah parit/ larikan pada lahan 3000.
- jumlah titik tanam 16 titik.
-vol bibit/ 1kg 240 umbi.
Bibit yg di perlukan adalah sbg berikut
 JMLH PARIT X JMLH TITIK TANAM
          3000      X         16     =    48000 umbi
Keb bibit dlm satuan kg adalh
      48000   ÷    240  = 200kg
Jd lahan yang akan di tanami tsbt membutuhkan 200kg bibit. Disini bisa di lebihkan bbrp kg utk persediaan jk terjadi lose!
2. MEMILIH PENYEDIA BIBIT YANG
     FLEXIBEL.
Memilih penyedia bibit yang siap memenuhi bibit seutuh nya. "Seutuhnya" disini dalam  artian, memenuhi kwalitas, ketersedian barang dan harga yg  fair, jd  tidak hanya siap menyuplay kebutuhan bibit, melainkan jg siap membeli kembali bibit yg tersisa dg harga sesuwai dg nota pembelian/ pun dg update harga terbaru. Tentu nya pengembalian sisa bibit sesuwai dengan ketentuan dan perjanjian yg telah disepakati kedua belah pihak.
     Demikian sedikit tips dari "pilar tani" demoga dapat membantu para petani bawang merah di nusantara.

No comments:

Post a Comment