Tuesday, 13 June 2017

Panduan budidaya bawang merah


Dalam sebuah usaha pertanian. Khusus nya budidaya bawang merah. Yang mana termasuk tanaman hortikultura. Bawang merah bayak di budidayakan didaerah daerah sentra bawang merah, yaitu antara lain Nganjuk, brebes, dan masih banyak lagi. Seiring dengan pesat nya perkembangan pertanian horti, sekarang bawang merah telah dibudidayakan merata diseluruh tanah air.
Pada kesempatan ini saya akan sedikit membahas tentang cara "budidaya bawang merah". Dalam memulai berbudidaya bawang merah, ada beberapa tahapan-tahapan pokok yang perlu diperhatikan. 

 Tahapan-tahapan dalam budidaya bawang merahantara lain;
  1. PEMILIHAN BIBIT                                              
  2. PENGOLAHAN LAHAN (TANAH)                    
  3. PENANAMAN                                                      
  4. PERWATAN                                                         
  5. PEMUPUKAN
  6. PEMANENAN

 1. PEMILIHAN BIBIT.  
              Varietas benih untuk budidaya bawang merah cukup banyak. Ada benih lokal untuk benih hibrida impor. Ada bentuk benih biji, ada juga bentuk umbi. Sebagian besar budidaya bawang merah di sentra menggunakan produksi bibit umbi. Benih bawang merah yang baik berasal dari umbi yang dipanen tua, lebih dari 80 hari untuk dataran rendah dan 100 hari dataran tinggi. Benih bawang merah yang baik setidaknya telah disimpan 2-5bulan, hal ini tergantung dari masing-masing vareitas bibit. Pada vareitas bauji memerlukan waktu simpan yang lebih pendek daripada thailand,yaitu antara 2- 3bln telah siap tumbuh. Sedangkan vareitas thailand minimal 3bln (itu pun perlu pemotongan ujung umbi) di usia simpan 5bln keatas bibit vareitas thailand sudah tidak pemerlukan pemotongan. seperti yang telah kita budidayakan, pada musim penghujan kita lebih dominan melilih bibit yang waktu simpan nya 4 bulan keatas. Yang bertujuan menghindari pemotongan pada ujung bibit, yang mana dalam musim penghujan, bekas pemotongan tersebut bisa memicu tumbuh nya jamur pada bekas potongan. Sedangkan pada musim kemarau relatif kita melilih bibit yang usia simpan antara 3 sampai 4bln. Alasan kita melilih bibit yang demikian, harga relatif lebih murah( semain lama usia simpan maka bibit akan mahal), kandungan air dalam umbi masih relatif lebih banyak, sehingga di musim kemarau bibit usia tsbt lebih tahan panas. Bibit usia simpan dalam 3-4bln, relatif lebih panjang usia panen nya. Sehingga jika terjadi kendala selama berbudidaya masih mempunyai waktu lebih panjang utk perbaikan permasalahan dalam budidaya. Ukuran benih sekitar 1,5-2 cm dengan bentuk yang bagus, tidak cacat, berwarna merah tua mengkilap. Kebutuhan benih untuk budidaya bawang werah tergantung dengan varietas, ukuran benih dan jarak tanam. Untuk jarak tanam 20×20 dengan bobot umbi 5 gram dibutuhkan sekitar 1,4 ton benih per hektar. Untuk bobot yang sama dengan jarak tanam 15×15 dibutuhkan 2,4 ton per hektar. Bila bibit umbi lebih kecil, kebutuhan umbi per hektarnya lebih sedikit lagi.
  1. Contoh bibit tajuk usia simpan 4.5bln
2. PENGOLAHAN LAHAN. 
         Tanah dibuat bedengan dengan lebar 1.5-2 meter, tinggi 20-30 cm dan panjang sesusai dengan kondisi kebun. Jarak antar bedengan 50 cm, sekaligus dijadikan parit sedalam 50.gemburkan tanahnya dengan cara di bajak ataupun di cangkul. Buat Bentuk permukaan atau bagian atas bedengan rata, tidak melengkung.

Cek PH tanah menggunakan ph meter, utk mengetahui keasaman tanah.Tambahkan kapur atau dolomit sebanyak 1-1,5 ton per hektar apabila keasaman tanah kurang dari pH 5,6. Penambahan kapur setidaknya diberikan 2 minggu sebelum tanam.
Pengolahan lahan tak lepas dari pemberiqn pupuk dasaran. Gunakan kompos yang telah matang sebagai pupuk dasar. Tebarkan pupuk di atas bedengan dan aduk dengan tanah hingga merata. Bisa juga ditambahkan ZA, SP-36 dan KCL sebanyak 50kg,50kg dan 10kg per 1400m2. Pemberian pupuk dasar ini sebaik nya secara bertahap. setelah pembajakan Campur pupuk sp36 50kg+za 25kg. Kemudian ratakan permukaan bedengan, dan siram. 3hari kemudian taburkan za25kg+kcl10kg kemudian buat larikan pada permukaan bedengan. Sehingga pupuk tsbt diatas mampu tertutup tanah limpahan dari pembuatan larikan. Hari berikutnya aplikasi herbisida "pra tumbuh" utk mengendalikan gulma. "Berhati hatilah saat pengaplikasian herbisida, jika memang belum mahir melakukan bisa bisa tanaman tetangga ikut musnah"😂😂😂. Ituk menghindari hal ini sebaiknya lakukan penyemprotan di awal pagi sebelm matahari terbit. Agar tidak terganggu dari tiupan angin.
3. PENANAMAN.
    waktu tanam yang ideal adalah pada saat musim kemarau namun perlu diperhatikan juga saluran irigasi yang baik karena budidaya bawang merah membutuhkan banyak air selama proses budidaya. Jangan lakukan penanaman pada saat masa peralihan musim, hal ini akan memicu berbagai kendala dalam budidaya, yang mana pada saat ini hama penyakit relatif banyak berkembang biak.larikan pada permukaan bedengan yang telah disiapkan dengan jarak sekitar 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 20 cm. Selanjutnya, umbi tersebut dibenamkan sedalam 1/3 bagian, dengan menempatkan ujung di sisi atas. Setelah proses penanaman selesai maka siram pada tiap jalur bedengan yang sudah ditanami. Perhatikan penanaman  Jangan terlalu dalam menanam benih bawang merah karena akan merusak ujung umbi , karena apabila tanah terlalu tebal akan berakibat pada terhambatnya proses tumbuhnya benih tersebut. Dan jarak tanam yg beraturan. Sehingga hal ini akan mempengaruhi penyinaran matahari dan sirkulasi udara dalam sela sela tanaman disaat tanaman sudah mulai rimbun.
  4. PERAWATAN
Mengenai perawatan budidaya bawang merah meliputi, penyiraman, penyiangan dan pengendalian hama penyakit.
#Mengenai Penyiraman, pada budidaya bawang merah hendaknya dilakukan sehari dua kali setiap pagi dan sore. Setidaknya hingga tanaman berumur 10 hari. Setelah itu, frekuensi penyiraman bisa dikurangi hingga satu hari sekali. Ata pun melihat kondisi kelembapan tanah.
#Sedangkan pengendalian penyakit. Bawang merah termasuk tanaman yang rentan terhadap hama penyakit.
Jenis hama yang sering menyerang tanaman bawang merah antara lain. Ulat, gerandong, thrip, dll. Dan penyakit yang selalu dijumpai ditanaman bawang merah antara lain; jamur fusarium, moler,antraknosa/ otomatis,bercak ungu/trotol,dll. Untuk lebih ditai nya mengenai hama penyakit bawang merah akan kita bahas dia artikel berikut nya.
#penyiangan dilakukan saat terlihat gulma mulai tumbuh disekitar tanaman. Dengan cara manual/ pencabutan, ataupun diberikan herbisida pratumbuh yg dicampur dengan pupuk, dan ditaburkan, kemudian disiram.

     5. PEMUPUKAN
Disamping pemberian pupuk dasaran pada pengolahan lahan, tak terkecuali dalam budidaya bawang merah pemupukan susulan wajib diberikan. Hal ini berkaitan erat dengan keperluan hidup tanaman untuk menyuplai keperluan unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Mengingat kerersediaan berbagai unsur hara yang ada dalam tanah kurang mencukupi. Pemupukan susulan pertama, diberikan saat tunas mulai tumbuh seragam, atau pun diberikan pada usia 7- 12 hst. Pupuk yang diberikan meliputi ZA dan KCL/ZK/KAMAS dengan komposisi 20kg,10kg. Per 1400m2. Kemudian mengenai pemupukan kedua dilakukan setelah pendangiran. Yaitu pada usia 21hst. Pemberian pupuk meliputi UREA, ZA, SP36,KCL/KAMAS. dengan komposisi masing masing 10kg,20kg,20kg,10kg/1400m2. Pemupukan bisa diberikan secara bertahap, salang 2hari pemberian.
Pemupukan ketiga/ penutup. Pemupukan ini diberikan pada tanaman menginjak masuk fase generatif. Disekitar umur 30hst. Pupuk yg diberikan berupa SP36,KCL/KAMAS. Komposisi masing masing 15kg,15kg.

     6. PEMANENAN.
Umur panen bawang merah cukup bervariasi, tergantung varietas, tempat penanaman, tingkat kesuburan,usia dormansi bibit dan tujuan penanaman. Ada varietas bawang merah yang memang mempunyai umur pendek dan ada juga yang berumur panjang.
Usahakan panen bawang merah dilakukan pada pagi hari dalam kondisi cerah dan tidak hujan. Pemanenan dilakukan dengan mencabut bawang merah dari tempat penanaman dan kemudian sekelompok umbi diikat bagian daunnya.
Setelah bawang merah di panen tindakan yang harus segera dilakukan adalah pelayuan dan pengeringan. Hal ini mencegah kerusakan umbi akibat busuk atau serangan penyakit. Cara yang dapat ditempuh untuk mengeringkan bawang merah yaitu dengan penjemuran dan menggunakan teknologi sistem pengeringan dan penyimpanan (Instore Drying).
Setelah kering, bawang merahh diproses dan dikemas sesuwai tujuan, di askip utk bibit ataupun dirogol untuk bumbu/sayur. Demikian lah tahapan tahapan yg musti dilakukan dalam budidaya bawang merah.